Advertisement

Tips Mengelola Usaha Sembako

Berikut ini tips mengelola usaha sembako yang bisa dijadikan pertimbangan bagi yang sedang memulai atau baru akan memulai.

Memang tidak mudah menjadi seorang pengusaha yang memiliki taring dalam kehidupan yang keras dan penuh persaingan seperti sekarang ini. Diperlukan tekat yang kuat, semangat tahan banting menghadapi halangan dan rintangan, serta kemauan untuk melangkah.

Inilah barangkali yang merupakan tantangan terbesar ketika memutuskan untuk berani melangkah dan melakukan perubahan. Salah satu langkah kecil-kecilan yang bisa dilakukan adalah mengelola usaha sembako kecil-kecilan maupun dalam skala besar.

Berikut ini beberapa tips mengelola usaha sembako sebagaimana diolah dari berbagai sumber, yaitu:

  • Harga bersaing. Sudah bukan rahasia lagi bahwa masalah harga merupakan masalah yang sensitif. Usahakan melakukan pembelian atau kulak dalam jumlah yang cukup banyak, karena harga ekonomis barang akan semakin tinggi. Usahakan menjual kembali kepada pembeli atau pelanggan dengan harga yang relatif lebih murah daripada yang lain. Laba sedikit namun banyak terjual lebih baik dibandingkan laba besar namun penjualan minim.
  • Stock bagus. Persediaan atau stock barang mingguan, idealnya mencukupi untuk minimal dua hari ke depan. Hal ini untuk menghindari kekosongan barang yang berpotensi menyebabkan pembeli atau pelanggan berpindah ke tempat lain. Segera lakukan kulakan atau pembelian keesokan harinya dan jangan menunggu hingga barang kosong.
  • Karyawan. Apabila usaha toko sembako yang dijalani ternyata memiliki prospek yang sangat bagus, pertimbangkan untuk memiliki karyawan demi membantu kelancaran pelayanan kepada pembeli atau pelanggan. Pelayanan penjualan yang terlalu lambat juga berpotensi menyebabkan pembeli berpindah tempat.
  • Jual putus. Pergunakan sistem jual-putus. Artinya penjual tidak menerima barang retur atau pengembalian apabila sudah terjual. Olehkarenanya beri pengertian kepada pembeli serta cek kembali dengan seksama bahwa barang yang dijual dalam keadaan baik dan tidak kadaluarsa.
  • Sistem stock opname. Gunakan sistem stock opname yaang baik dan teratur agar mengetahui dengan pasti berapa nilai penjualan, pembelian serta kemungkinan barang hilang atau tak tercatat. Dengan stock opnae yang teratur, hasil atau laba penjualan akan dapat diketahui dengan baik.
BACA JUGA  Perhitungan Untung Rugi Usaha Sembako

Demikianlah beberapa tips mengelola usaha sembako yang bisa dijadikan pertimbangan ketika usaha yang dijalankan sudah mulai menampakkan hasil. Semoga bermanfaat.

Berikan komentar untuk menambahkan tips seputar mengelola bisnis sembako ini, barangkali?